Minggu, 27 November 2011


http://cdn.admaxserver.com/fb3b0097-c9ae-47db-b44e-e99ccd120f4e.jpghttp://admax.effectivemeasure.net/emnb_1_434065.gifhttp://bidanku.com/images/stories/kandungan/pemeriksaan-kehamilan.jpgPemeriksaan kehamilan
 merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui dokter kandungan atau bidan dengan minimal pemeriksaan 3 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan.

Kenapa pemeriksaan kehamilan begitu penting yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil? karena dalam pemeriksaan tersebut dilakukan monitoring secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupun
janin yang sedang dikandungnya. Dengan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan  penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara dini.

Berikut diterangkan mengenai hal apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan, sebagai bahan pengetahuan bagi para ibu hamil agar menuju kehamilan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.
Pemeriksaan Berat Badan
Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat badan yang dialami termasuk normal atau tidak. Pertambahan berat badan yang normal akan sangat baik bagi kondisi ibu maupun janin. Sebaliknya, jika pertambahan berat yang dialami tidak normal, akan menimbulkan resiko pada ibu dan janin. Bagi ibu hami yang mengalami pertambahan berat badan yang tidak normal, dokter atau bidan akan memberikan saran yang sebaiknya dilakukan agar ibu hamil memperoleh pertambahan berat badan yang normal.
Pemeriksaan Tinggi Badan
Pemeriksaan tinggi badan juga dilakukan saat pertama kali ibu melakukan pemeriksaan. Mengetahui tinggi badan sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu. Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting untuk mengetahui apakah persalinan dapat dilakukan secara normal atau tidak. Karena jika diketahui bahwa tinggi badan ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan memiliki panggul yang sempit dan juga dikhawatirkan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal, dan hal ini harus dilakukan secara caesar. Dengan diketahuinya hal ini secara dini, maka ibu hamil diaharapkan segera menyiapkan diri baik dari segi materi dan mental untuk menghadapi persalinan dengan caesar.
Pemeriksaan Urin
Pemeriksaan urin dilakukan untuk memastikan kehamilan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal ibu hamil, ada tidaknya protein dalam urin, dan juga mengetahui kadar gula dalam darah. Adanya protein dalam urin mengarah pada pre-eklampsia. Sedangkan kadar gula darah dapat menunjukkan apakah ibu hamil mengalami diabetes melitus atau tidak.
Pemeriksaa Detak Jantung
Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah janin dalam berada dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak jantung ini biasanya menggunakan Teknik Doopler sehingga ibu hamil dapat mendengarkan detak janin yang dikandungnya.
Pemeriksaan Dalam
Dilakukan untuk mengtahui ada tidaknya kehamilan, memeriksa apakah terdapat tumor, memeriksa kondisi abnormal di dalam rongga panggul, mendiagnosis adanya bisul atau erosi pada mulut rahim, melakukan pengambilan lendir mulut rahim (papsmear), mengetahui ada tidaknya penyakit kehamilan, mengetahui letak janin, dan untuk mengetahui ukuran rongga panggul sebagai jalan lahir bayi. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan di awal kehamilan.
Pemeriksaan Perut
Dilakukan untuk melihat posisi atas rahim, mengukur pertumbuhan janin, dan mengetahui posisi janin. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin setiap kali dilakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan atau bidan.
Pemeriksaan Kaki
Dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan (oedema) dan kemungkinan varises. Pembengkakan yang terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan adalah normal, namun pembengkakan yang berlebihan menandakan pre-eklampsia,
Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kesehatan umum ibu hamil. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan saluran saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin. Kadar AFP yang rendah menunjukkan adanya kemungkinan down sindorm pada janin. Biasanya pemeriksaan AFP dilakukan pada usia kehamilan sekitar 15-20 minggu.
Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit seperti TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Infeksi TORCH biasanya menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kematian. Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan menganalisis kadar imunogloblin G (IgG) dan imunoglobin M (IgM) dalam serum darah ibu hamil. Kedua zat ini termasuk ke dalam sistem kekebalan tubuh. Jika ada zat asing atau kuman yang menginfeksi tubuh, maka tubuh akan memproduksi IgG dan IgM untuk melindungi tubuh. Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah mengindikasikan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa lalu dan kini sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.

Bahagia menjalani kehamilan sehat

Vaksin TT


VAKSIN TT (Tetanus toksoid)
Imunisasi TT (tetanus toksoid) bertujuan terutama melindungi bayi baru lahir dari kemungkinan terkena kejang akibat infeksi pada tali pusat (tetanus neonatorum). Imunisasi ini harus diberikan melalui ibunya, karena janin belum dapat membentuk kekebalan sendiri. Di Indonesia pemberian imunisasi TT dianjurkan dimulai pada pasangan yang hendak menikah atau ibu hamil. Sayang, ada informasi salah mengenai imunisasi ini; ada yang mengatakan sebagai upaya untuk mencegah kehamilan atau dapat menyebabkan kemandulan. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat waktu pemberian imunisasi TT pada wanita hamil dan manfaat perlindungannya.

Antigen Selang waktu minimal Lama Perlindungan Persentase Perlindungan
TT-1 Saat pertama kali periksa kehamilan Tak ada Tak ada
TT-2 4 minggu setelah TT-1 3 tahun 80
TT-3 6 bulan setelah TT-2 5 tahun 95
TT-4 1 tahun setelah TT-3 10 tahun 99
TT-5 1 tahun setelah TT-4 25 tahun/seumur hidup 99

Bila wanita usia subur melakukan imunisasi TT-1 dan TT-2, jika dalam waktu tiga tahun ia melahirkan, bayi yang dilahirkan akan terlindung dari tetanus neonatorum. Sedangkan bila ia melakukan imunisasi sampai dengan TT-5, ia akan memberi perlindungan selama 25 tahun atau seumur hidup. Imunisasi TT dapat dilakukan di tempat-tempat pelayanan kesehatan pemerintah, praktek bidan atau RS swasta.
1. Mengapa vaksin TT harus diberikan pada wanita yang akan menikah ?Sebenarnya target pemberian imunisasi TT ini adalah bukan wanita yang akan menikah saja, tapi adalah wanita usia subur. Tujuan pemberian imunisasi TT pada wanita usia subur adalah untuk meng-eliminasi penyakit tetanus pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum). Pemberian imunisasi TT ini dalam beberapa jenjang yang dapat dicapai seperti murid perempuan kelas 6 SD, saat akan menikah, dan pada saat hamil.
2. Apakah vaksin TT juga diberikan kepada laki-laki dewasa ?
Vaksin TT juga dapat diberikan pada laki-laki dewasa. Karena hal ini dapat melindunginya dari bahaya penyakit tetanus. Di Indonesia pemberian imunisasi TT pada laki-laki dewasa tidak termasuk dalam program imunisasi yang wajib, tetapi biasanya diberikan bila seseorang menderita luka yang cukup dalam dan berisiko menimbulkan tetanus.
3. Adakah batas maksimal imunisasi TT, mengingat seseorang mungkin saja terjaring pada saat kelas 6 SD, akan menikah dan ketika saat hamil ?Pemberian imunisasi dasar DTP 3 kali dapat dikonversikan mendapat TT 2 kali. Bila ditambah dengan 1 kali booster akan memberikan proteksi minimal 5 tahun. Bila ditambah dengan dosis ke-4, diharapkan akan memberikan proteksi selama 10 tahun. Dan bila kemudian diberikan TT dosis ke-5 diharapkan dapat memberikan proteksi seumur hidup (20 tahun lagi). Jadi bukan batas maksimal, melainkan pemberian imunisasi TT 5 kali sudah cukup memberikan proteksi yang lama.

KB pil


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Saat ini penduduk Indonesia Kurang lebih 228 juta jiwa. Dengan pertumbuhan penduduk 1, 64% dan Total Fertility Rate 2,6 dari segi kuantitas penduduk Indonesia cukup besartetapi dari segi kuantitasmelalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kondisi Indonesia sangat memperhatinkan karena dari 117 negara, Indonesia di posisi 108. Tingginya laju pertumbuhan yang tidak diiringi peningkatan kualitas penduduk ini terus dilakukan upaya penanganan yaitu dengan program keluarga berencana.
Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinana ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera (Wiyono, 1997).
Berbagai macam alat kontrasepsi yang disuguhkan kepada para akseptor KB antara lain suntikan, alamiah, AKDR, implant, kontrasepsi mantap (MOP dan MOW) dan pil KB.
Dari semua jenis kontrasepsi di atas kontrasepsi pil KB merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang paling sederhana dan menjadi alternif pilihan masyarakat pada umumnya.
Disisi lain kontrasepsi pil KB memiliki berbagai jenis dan sasaran yang berbeda sehingga perlu diberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai pil KB tersebut agar masyarakat bisa menggunakan kontreasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan tepat sehingga program pemerintah untuk mewujudkan keluarga.


1.2    Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan kontrasepsi hormonal pil
2.      Tujuan atau manfaat dari kontrasepsi pil
3.      Jenis- jenis kontrasepsi pil
4.      Pengelolaan asuhan kebidanan pada akseptor KB pil.
1.3    Tujuan
1.      Dapat mengetahui pengertian kontrasepsi horminal pil
2.      Bisa menyebutkan dan menjelaskan manfaat dari KB pil
3.      Dapat menjelaskan jenis- jenis KB pil
4.      Dapat mengelola dan memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB pil.











BAB II
PEMBAHASAN
KONTRASEPSI HORMONAL PIL
A.    Pengertian
Kontrasepsi pil adalah kontrasepsi oral  untuk wanita yang berbentuk tablet, mengandung hormon estrogen dan progestrone yang digunakan untuk mencegah hamil.
Pil kontrasepsi adalah hormon steroid yang dipakai untuk keperluan kontrasepsi dalam bentuk pil (dr. Hanafi Hartanto).
Pada prinsipnya hampir semua ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti :
1.       Usia reproduksi
2.       Telah memiliki anak atau belum memiliki anak
3.       Gemuk / kurus
4.       Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitas tinggi.
5.       Setelah melahirkan dan tidak menyusui
6.       Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan asi eksklusif sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi ibu tersebut.
7.       Pasca keguguran
8.       Anemia karena haid berlebihan
9.       Nyeri haid hebat
10.   Siklus haid tidak teratur
11.   Riwayat kehamilan ektopik
12.   Kelainan payudara jinak
13.   Kencing manis tanpa kelainan pada ginjal, pembulu darah, mata dan syaraf
14.   Penyakit tyroid, penyakit radang panggul, endrometriosis / tumor ovarium jinak
15.   Menderita TBC
16.   Varises vena
Dan yang tidak boleh menggunakan KB pil adalah :
1.       Hamil atau di curigai hamil
2.       Menyusui eksklusif
3.       Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya
4.       Penyakit hati akut ( hepatitis )
5.       Perokok dengan usia > 35 tahun
6.       Riwayat penyakit jantung, stoke/TD > 180/110 mmhg
7.       Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20 tahun
8.       Kanker payudara atau dieurisai kanker payudara
9.       Migrain dan gejala neurologik fokal (epilepsi / riwayat epilepsi)
10.   Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari

Waktu yang tepat untuk mengkonsumsi atau menggunakan KB Pil adalah :
1.       Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak hamil.
2.       Hari pertama sampai ke tujuh siklus haid.
3.       Boleh menggunakan pada hari ke 8 tetapi perlu menggunakan metode kontrsepsi yang lain (kondom) mulai hari ke 8 sampai ke 14 atau tidak melakukan hubungan seksual sampai anda menghabiskan paket pil tersebut.
4.       Setelah melahirkan.
5.       Setelah 6 bulan pemberian asi eksklusif.
6.       Setelah 3 bulan dan tidak menyusui.
7.       Pasca keguguran.
8.       Bila berhenti menggunakan kontrsepsi injeksi dan ingin menggantikan dengan pil kombinasi, pil dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid.
B.     Tujuan dan Manfaat
1). Mudah menggunakannya
2) Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur muda.
3). Mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi
4). Dapat mencegah defesiensi zat besi (Fe)
5). Mengurangi resiko kanker ovarium.
6) Tidak mempengaruhi produksi ASI pada saat pemakaian pil yang mengandung estrogen.
Memiliki efektifitas yang tinggi ( hampir menyerupai efektifitas tubektomi ), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan)
7) Resiko terhadap kesehatan sangat kecil
8) Tidak mengganggu hubungan seksual
9) Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang, tidak terjadi nyeri  haid
10) Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih menggunakannya untuk mencegah kehamilan.
11) Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause.
12) Mudah dihentikan setiap saat
13) Kesuburan segera kembali setelah dihentikan
14) Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat .
15) Membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovarium, radang penyakit panggul, kelainan jinak pada payudara
C.    Jenis-Jenis KB Pil
Kontrasepsi oral terdiri atas empat macam yaitu :
1.      Pil kombinasi
Terdiri dari 21-22 pil KB / kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil, untuk pengunaan satu siklus. Pil KB / kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid, selanjutnya setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari.Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil kb / kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat.Penggunaan pada siklus selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid. Jenis- jenis pil KB kombinasi :
a.       Monofasik
 Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.



b.      Bifasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan 2 dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
c.       Trifasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan 3 dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
2.      Pil mini
Merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone dalam dosis mini ( kurang dari 0,5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid. Hanya berisi derivat progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil, terdiri dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. Jenis Mini Pil terbagi dalam dua jenis yaitu:
a.       Mini pil dalam kemasan dengan isi 28 pil.
Mini pil dalam kemasan dengan isi 28 pil mengandung 75 mikro gram desogestrel. Sedangkan,
b.      Mini pil dalam kemasan dengan isi 35 pil
 mini pil dalam kemasan dengan isi 35 pil mengandung 300 mikro gram levonogestrel atau 350 mikro gram noretindron.
Contoh mini pil antara lain:
1.      Micrinor, NOR-QD, noriday, norod mengandung 0,35 mg noretindron.
2.      Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol.
3.      Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel.
4.      Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol.
5.      Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat.
Cara Kerja
Cara kerja dari kontrasepsi pil progestin atau mini pil dalam mencegah kehamilan antara lain dengan cara:
a.       Menghambat ovulasi.
b.      Mencegah implantasi.
c.       Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma.
d.      Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma menjadi terganggu.
Efektifitas
Pil progestin atau mini pil sangat efektif (98,5 persen). Penggunaan yang benar dan konsisten sangat mempengaruhi tingkat efektifitasnya. Efektifitas penggunaan mini pil akan berkurang pada saat mengkonsumsi obat anti konvulsan (fenitoin), carbenzemide, barbiturat, dan obat anti tuberkulosis (rifampisin).
3.      Morning after pil
Merupakan pil hormon yang mengandung estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2 kali sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari berturut-turut.Pil Kondar tidak bermanfaat bila diminum setelah terlambat haidPil Kondar tidak dapat mennggugurkan kehamilanJika setelah minum pil Kondar ternyata anda hamil. Maka kehamilan akan tetap normal.
Cara pemakaian pil Kondar :
- Pil Kondar (nama dagang Postinor-2), terdiri dari 2 buah pil
- Minum 1 pil pertama sesegera mungkin dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah berhubungan seks tanpa kontrasepsi. Pil kedua diminum 12 jam setelah minum pil pertama
- Jika muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil pertama, segera minum pil yang kedua

D.    Asuhan Kebidanan Pada Akseptor KB Pil
a.       Contoh Kasus
Ny D 22 tahun dating ke BPS Bidan R,april 2011,ibu mengatakan baru menikah 2 bulan yang lalu,dan ibu dan suami belum merencanakan kehamilannya,ibu ingin ber-KB terlebih dahulu,,ibu merasa perlu datang ke Bidan karenaa belum tahu begitu banyak tentang alat kontrasepsi yang biasa dipaakai oleh wanita pada umunya,namun ibu juga mengatakn tidak mau sampai ada kenaikan berat badan secara berlebihan yang pada umymnya ibu-ibu alami setelah menggunakan KB serta ibu mengutarakan tidak ingin menggunakan KB yang bisa menyebabkan rasa sakit pada saat penggunaannya.ibu mengatakan biasa haid antara tanggal 4-7 diawal bulannyaa dal biasanyaa berlaangsung selama ± 6 hari,tanpa keluhan,terakhir menstruasi 13 april yang lalu.

b.      Contoh asuhan yang diberikan
Saat ibu datang dengan kondisi kasus diatas kita awali dengan menggali lebih dalam tentang apa kemauan ibu dan suami serta rencana kehamilannya untuk waktu mendatang, kemudian menyampaikan beberapa metode KB,dengan jelas kepada ibu serta mennyampaikan kelebihan dan kekurangannya dari masing-masing metode KB tersebut,setelah dirasa cukup dan ibu mengeerti bidan kemudian bisa membantu ibu dalam pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan baik buruknya bagi ibu.tanpa mengenyampingkan pertimbangan dan keputusan dari pasangannya (suami). Namun yang tidak kalah pentingnya lagi, sebelum itu perlu diadakan pemeriksaan terlebih dahulu apakah ibu sedang hamil atau tidak (kehamilan yang tidak diketahui oleh ibu),karena dikhawtirkan terjadinya hal demikian yang dapat merugikan pada ibu,janin dan juga bidan sebagai tenaga professional yang tidak cemat dalam memberikan asuhan pelayanannya pada klien. Berdasarkan hasil anamnesa pada ibu serta setelah dilakukannya pemberian informasi tentang metode- metode KB secara jelas baik dan buruknya, serta atas saran dan persetujuan suami akhirnya ibu memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi berupa Pil.